Yang Perlu Diketahui Tentang Infeksi Saluran Kemih, Kondisi Umum yang Mempengaruhi 50% Wanita Setidaknya Sekali Dalam Seumur Hidupnya

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi umum yang mempengaruhi hingga 50% wanita setidaknya sekali¹ dalam seumur hidup mereka. Menurut Office on Women’s Health², perempuan 30 kali lebih mungkin terkena ISK dibandingkan laki-laki, dengan sebanyak 4 dari 10 mengalami infeksi berulang dalam waktu 6 bulan. Sekitar 1 dari 10 pria³ akan mengalami ISK setidaknya sekali. Artikel ini berfungsi sebagai panduan untuk infeksi saluran kemih, meliputi gejala, penyebab, tes diagnostik, pilihan pengobatan, dan banyak lagi.

Apa itu Infeksi Saluran Kemih?

Infeksi saluran kemih adalah infeksi pada sistem saluran kemih. Ini terjadi ketika terdapat bakteri di dalam sistem saluran kemih, termasuk ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem saluran kemih, meskipun biasanya dimulai di kandung kemih atau uretra⁴. Perawatan segera sangat penting untuk menghentikan penyebaran infeksi ke ureter dan ginjal.

Berbagai Bagian Saluran Kemih

Saluran kemih adalah jaringan organ yang bertanggung jawab untuk membuang limbah dari tubuh. Terdiri dari ginjal, ureter (saluran kemih bagian atas) dan kandung kemih serta uretra (saluran kemih bagian bawah). Setiap bagian memiliki fungsi berbeda: menyaring darah, membuang limbah, dan membuang kelebihan cairan. Infeksi di setiap lokasi, yang dikenal sebagai berbagai jenis ISK, dapat muncul dengan gejala yang spesifik. Tiga jenis utama infeksi saluran kemih adalah:

Infeksi Saluran Kemih Bawah:

  • Sistitis (Infeksi Kandung Kemih): Sistitis adalah jenis ISK yang paling umum terjadi pada kandung kemih. Seseorang mungkin mengalami tanda-tanda seperti sering buang air kecil atau nyeri, urin keruh atau berubah warna, dan nyeri perut di bagian bawah.

Infeksi Saluran Kemih Bagian Atas:

  • Pielonefritis (Infeksi Ginjal): Pielonefritis biasanya berkembang akibat infeksi kandung kemih dan dianggap lebih serius dibandingkan sistitis. Ini dapat mempengaruhi satu atau kedua ginjal. Gejalanya meliputi demam, menggigil, mual, dan nyeri di punggung atau samping.
  • Uretritis (Infeksi Uretra, terutama pada pria, kadang-kadang berhubungan dengan infeksi menular seksual): Uretritis mengacu pada peradangan pada uretra. Jenis infeksi ini dapat menyebabkan keluarnya cairan dan sensasi terbakar saat buang air kecil. Ada tiga jenis uretritis: uretritis gonokokal (disebabkan oleh gonore), uretritis nongonokokus (tidak disebabkan oleh gonore), dan uretritis non-spesifik (tidak diketahui penyebabnya).

Gejala Umum Infeksi Saluran Kemih

Meskipun gejala ISK berbeda-beda tergantung lokasi infeksinya, gejala umum ISK meliputi:

  • Inkontinensia urgensi (kebutuhan buang air kecil yang mendesak dan tidak terkendali, seringkali menyebabkan kebocoran), atau “urgensi”
  • Sering buang air kecil, atau “frekuensi”
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil, atau “disuria”
  • Urin berwarna keruh atau kemerahan
  • Urin berbau busuk
  • Tekanan atau nyeri di daerah panggul
  • Malaise (perasaan tidak nyaman dan lemah secara umum)
  • Demam dan menggigil
  • Kadang-kadang, sakit kepala, sakit punggung, nyeri pinggang, muntah

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Urin normal steril dan tidak mengandung bakteri apa pun⁵. Infeksi saluran kemih terjadi ketika patogen memasuki saluran kemih dan berkembang biak sehingga menyebabkan infeksi. E.coli, sejenis bakteri yang hidup di usus, menyebabkan lebih dari 90% infeksi kandung kemih⁶. E. coli dapat menyebar ke kandung kemih ketika mencapai uretra karena kebersihan yang tidak memadai saat menyeka, setelah aktivitas seksual, atau karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Bakteri lain, seperti Klebsiella pneumoniae, Enterococcus faecalis, dan Staphylococcus aureus, juga dapat menyebabkan ISK, meskipun kasus ini lebih jarang terjadi. Jamur dan virus juga merupakan penyebab ISK yang kurang umum.

Faktor Risiko

Wanita dewasa merupakan kelompok demografi terbesar yang terkena infeksi saluran kemih. Hal ini disebabkan oleh anatomi wanita yang memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria, sehingga memberikan jarak yang lebih kecil bagi bakteri untuk berpindah sebelum bermigrasi ke kandung kemih. Faktor lain yang berkontribusi terhadap tingginya insiden infeksi saluran kemih meliputi:

  • Aktivitas Seksual: Hubungan seksual dapat membawa bakteri ke saluran kemih, sehingga menimbulkan risiko lebih tinggi bagi individu yang aktif secara seksual atau memiliki pasangan seksual baru.
  • Wanita Hamil: Wanita hamil mengalami perubahan selama kehamilan yang membuat mereka lebih rentan terhadap ISK, termasuk perubahan hormonal, fisiologis, dan sistem kekebalan tubuh.
  • Menopause: Penurunan kadar estrogen dapat mengubah flora vagina, terutama bakteri laktobasilus, sehingga meningkatkan kerentanan anda terhadap ISK.
  • Pilih Alat Pengendalian Kelahiran: Jenis metode kontrasepsi tertentu, seperti diafragma dan bahan spermisida, dapat mengganggu bakteri sehat⁷ yang biasanya membantu mencegah infeksi.
  • Kelainan Saluran Kemih: Masalah struktural atau hambatan pada saluran kemih dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Batu ginjal adalah salah satu kondisi yang mempengaruhi 1 dari 10 orang⁸.
  • ISK sebelumnya: Pernah mengalami infeksi saluran kemih sebelumnya secara otomatis meningkatkan kemungkinan kambuhnya penyakit ini.
  • Faktor Lain: Diabetes, faktor genetik tertentu, dan penggunaan kateter urin juga merupakan faktor predisposisi seseorang terkena ISK.

Diagnosa dan Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan jika anda mencurigai adanya infeksi saluran kemih. Diagnosis dapat diperoleh melalui kombinasi gejala yang anda alami, meninjau riwayat kesehatan anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan tes diagnostik seperti urinalisis atau kultur urin. Keduanya mengharuskan pasien untuk memberikan sampel urin mereka dalam cangkir, yang kemudian diuji untuk mengetahui kandungan spesifik dalam urin (urinalisis) dan strain bakteri (kultur urin). Jika terjadi demam, tes darah mungkin dilakukan untuk menilai tingkat keparahan infeksi. Kadang-kadang, CT urogram mungkin dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyumbatan, batu, atau abses.

Kebanyakan infeksi saluran kemih dapat diobati dengan antibiotik. Dokter anda akan meresepkan antibiotik yang paling efektif untuk kasus anda baik secara empiris atau berdasarkan antibiogram hasil kultur. Selesaikan seluruh pengobatan antibiotik sesuai petunjuk, karena tidak melakukan hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan kambuhnya ISK. Individu yang menderita ISK yang berhubungan dengan komplikasi lain mungkin memerlukan rawat inap dan perawatan tambahan untuk mengelola kondisi mereka dengan lebih baik.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Ada beberapa cara untuk mengurangi kemungkinan anda terkena infeksi saluran kemih. Sebagian besar tindakan pencegahan ini melibatkan perubahan gaya hidup yang meningkatkan kebersihan dan kesehatan saluran kemih.

  • Hidrasi: Minum banyak air membantu menghilangkan bakteri dari saluran kemih secara alami.
  • Lebih Sering Buang Air Kecil: Kosongkan kandung kemih anda secara teratur. Selain itu, buang air kecil setelah berhubungan intim dapat menghilangkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat melakukan aktivitas seksual.
  • Praktikkan Kebersihan yang Baik: Cuci tangan anda sebelum dan sesudah menggunakan toilet dan melakukan aktivitas seksual. Ganti pembalut dan tampon anda secara teratur untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
  • Usap dari Depan ke Belakang: Ini membantu menghindari penyebaran bakteri dari anus ke vagina. Jangan pernah menyeka dua kali dengan tisu toilet yang sama.
  • Mandi Lebih Banyak: Dan menjaga kebersihan perineum.
  • Gunakan Produk Feminin yang Lembut: Wewangian dapat mengiritasi uretra. Selain memilih produk yang tidak beraroma, hindari penggunaan douche dan semprotan secara berlebihan.

Hubungi spesialis kami di ID Specialists untuk informasi lebih lanjut.

Referensi

  1. Urinary Tract Infection (UTI) | National University Hospital (NUH). https://www.nuh.com.sg/health-resources/diseases-and-conditions/urinary-tract-infection-uti. Accessed July 15, 2024.
  2. Urinary tract infections | Womenshealth.gov. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/urinary-tract-infections. Accessed July 15, 2024.
  3. Bebell L. Antibiotic-resistant urinary tract infections are on the rise. Harvard Health Publishing (HHP). Published October 14, 2019. https://www.health.harvard.edu/blog/antibiotic-resistant-urinary-tract-infections-are-on-the-rise-2019101417982. Accessed July 15, 2024.
  4. Urinary Tract Infection (UTI) – Symptoms & Causes | Gleneagles Hospital. https://www.gleneagles.com.sg/conditions-diseases/urinary-tract-infection/symptoms-causes. Accessed July 15, 2024.
  5. Urinary Tract Infections. Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/urinary-tract-infections. Accessed July 15, 2024.
  6. Urinary Tract Infections. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections. Accessed July 15, 2024.
  7. Fernandes A, Yadav P, Nalawade O, Joshi S, Jobby R. Chapter 20 – Properties, classification and applications of lantibiotics from Gram-positive bacteria. ScienceDirect. Published 2023. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/B9780323991414000163. Accessed July 15, 2024.
  8. Kidney Stones. National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/kidneystones. Accessed July 15, 2024.