MELAKUKAN PERJALANAN DENGAN SEHAT

Melakukan Perjalanan Dengan Sehat

Melakukan perjalanan ke tempat asing dapat memberikan pengalaman unik yang seringkali sulit untuk didefinisikan. Perjalanan dapat “memperluas wawasan” karena kita mempunyai kesempatan untuk melihat “pemandangan-pemandangan yang luar biasa”, terlibat dalam kebudayaan yang berbeda, mendapatkan teman-teman baru dan kadang memberi pelayanan sosial bagi masyarakat lokal. Mark Twain pernah mengatakan “melakukan perjalanan ke tempat asing merupakan sesuatu yang dapat mengubah kecurigaan, kefanatikan dan pemikiran yang sempit”.

Tidak heran di negara kota kita yang terdiri dari 5,18 juta orang sebagian besar dari populasi kita sering melakukan perjalanan keluar negri. Keberangkatan luar negri oleh warga negara Singapura telah meningkat dari 6,96 juta pada tahun 2009 menjadi 7,34 juta pada tahun 2010. Ada yang melakukan perjalanan bisnis tapi kita melakukan perjalanan wisata untuk “memberikan jarak antara diri kita dan zona nyaman kita” dan mengalami “perbedaan budaya dan lingkungan”. Namun, seperti yang kita ketahui, tidak semua perjalanan wisata itu menyenangkan!

Mari kita lihat bagaimana cara menjaga kesehatan selama dalam perjalanan.

Sebagai permulaan, memperoleh informasi mengenai latar belakang daerah (kota vs alam), tipe perjalanan (mewah vs berpetualang), aktivitas-aktivitas (grup tour ke beberapa kota yang terorganisir vs panjat gunung atau menyelam) dan kondisi kesehatan pribadi anda merupakan hal penting untuk menentukan resiko bagi kesehatan anda selama dalam perjalanan.

Nasehat perjalanan yang terbaik berfokus pada pencegahan dan akal sehat yang baik.

Perpanjangan 6 “I” berikut ini sering digunakan dalam diskusi dengan para wisatawan mengenai kebiasaan-kebiasaan yang sehat dan tindakan-tindakan pencegahan.

  • Insect (serangga): penggunaan obat pengusir serangga untuk mencegah gigitan serangga karena serangga dapat menyalurkan berbagai macam infeksi termasuk demam berdarah, demam Chikungunya, malaria, demam kuning, encephalitis jepang (radang otak), virus Ross River, dll. Jenis infeksi yang disalurkan melalui perantara yang lebih jarang terjadi adalah tipus, Leishmaniasis dan penyakit Lyme.
  • Ingestion (konsumsi): perhatian lebih harus ditekankan pada apa yang kita konsumsi (cairan atau makanan). Banyak jenis infeksi termasuk virus-virus (Norwalk, Hepatitis A dan E), bakteri (kolera, Shigella, Salmonella) dan parasite-parasit (amuba, Giardia) ditularkan melalui air dan makanan yang terkontaminasi.
  • Indiscretion (kegiatan yang tidak baik): kegiatan yang meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan infeksi HIV.
  • Injuries (luka/ kecelakaan): luka fisik merupakan masalah yang sering terjadi (signifikan) dalam melakukan perjalanan wisata. Pengetahuan tentang keadaan politik dan keamanan negara tujuan, mengetahui kondisi jalan dan semua larangan umum yang kemungkinan akan mempersulit situasi adalah sangat penting untuk menjamin perjalanan yang aman.
  • Immersion (mandi/ berenang): berenang di sungai, danau dan laut dapat membuka kemungkinan terjadinya infeksi-infeksi seperti leptospirosis, schistosomiasis dan masalah-masalah lain seperti sengatan ubur-ubur dan gigitan ular laut.
  • Insurance (asuransi): Harus dipertimbangkan untuk membeli asuransi perjalanan jika waktu perjalanan diperpanjang dan/ atau pergi ke negara yang sedang berkembang. Pada artikel yang diterbitkan pada tahun 2005 mengenai penduduk Australia yang membeli asuransi perjalanan, Leggert dkk melaporkan bahwa dari 100.000 wisatawan, 8000 mengajukan klaim asuransi (8%); 2000 menggunakan pertolongan darurat (2%); 400 harus masuk ke ruang gawat darurat atau melakukan pemeriksaan di klinik pada saat di luar negri (0.4%); 200 masuk rumah sakit (0.2%) dan 50 membutuhkan evakuasi medis melalui udara (0.05%). Jadi jangan meremehkan pentingnya mempunyai asuransi perjalanan!

Inisial “I” yang ke 7 dalam nasehat perjalanan menitikberatkan pada “infeksi”. Selain dari tindakan-tindakan pencegahan seperti yang terdaftar di atas, vaksinasi terhadap infeksi yang bersangkutan juga kadang dianjurkan.

Secara Singkat, Vaksinasi Dapat Di Bagi Menjadi 3 “R”

  • Routine (Rutin): ini termasuk vaksinasi influensa tahunan untuk populasi yang mempunyai resiko influensa yang tinggi, pengulangan vaksinasi seperti 10 tahun sekali untuk tetanus/ diphtheria/ pertussis, dll.
  • Required (Perlu): ada 3 vaksinasi yang diperlukan untuk melakukan perjalanan ke beberapa negara tertentu seperti vaksinasi demam kuning jika akan melakukan perjalanan ke Amerika Selatan/ subSahara Afrika dan influensa dengan vaksinasi meningococcal untuk perjalanan umroh (dan beberapa universitas untuk perjalanan studi).
  • Recommended (Direkomendasikan): jenis-jenis vaksinasi ini direkomendasikan tergantung dari jenis perjalanan dan penilaian-penilaian resiko. Rekomendasi untuk kategori vaksin ini mungkin “selalu”, “sering” atau “kadang-kadang”.

Persiapan Obat Dalam Perjalanan

Untuk mereka yang mempunyai masalah kesehatan, membawa obat-obatan yang cukup pada saat perjalanan tidak bisa diremehkan.

Untuk mereka yang melakukan perjalanan lebih dari 1 minggu dengan anak kecil, direkomendasikan untuk membawa obat-obatan umum seperti untuk demam, pernapasan dan pencernaan.

Untuk mereka yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang sedang berkembang lebih dari 1 minggu, direkomendasikan untuk membawa obat untuk demam, penyakit penapasan dan diare. Pada kesempatan tertentu, dokter anda mungkin akan menasehatkan anda untuk membawa resep obat untuk ditebus jika terjadi diare atau demam yang parah.

Dokter anda dapat juga menasehatkan anda untuk melakukan “pengobatan pencegahan (prophylactic)” terhadap malaria, mabuk udara, dll.

Kami harap saran sederhana ini dapat membantu anda.

Kami harap semua dapat melakukan perjalanan dengan sehat!