SARS CoV2 dan COVID19
Definisi
Penyakit Coronavirus 2019 (COVID -19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut parah coronavirus (SARS CoV-2). SARS CoV-2 berada dalam genus yang sama dengan SARS CoV dan MERS CoV, ketiga-tiganya adalah virus corona yang bertanggungjawab atas arus dan dalam kasus SARS CoV dan MERS CoV, wabah sebelumnya.
Epidemiologi
COVID19 pertama kali muncul di Wuhan China dan mempresentasikan sebagai infeksi saluran pernapasan yang parah. Karena transmisibilitasnya yang tinggi dan keterkaitan dunia kita saat ini, ia dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi 192 negara pada saat penulisan ini. Dalam populasi yang sangat rentan,1 kasus COVID-19 dapat menyebar ke 2-3 orang lainnya. Cara utama penyebaran melalui tetesan pernapasan dan lebih jarang melalui permukaan kontak. Kasus yang dilaporkan global telah melebihi 100 juta dan kematian melebihi 2 juta. WHO telah mendeklarasi COVID-19 pandemic global pada Maret 2020. Mengingati cara penyebarannya, kelompak muncul lebih mudah dalam pengaturan kontak dekat dan melalui aktivitas yang berkaitan dengan pernapasan paksa (contohnya, bernyanyi, berteriak, bersorak).
Gejala Klinis
Masa inkubasi rata-rata sekitar 5-7 hari. Setelah masa inkubasi ada beberapa presentasi klinis bisa dilakukan. Pada kebanyakkan pasien, demam, batuk produksi dahak, sakit tenggorokkan dan hilangnya anosmia penciuman ikuti masa inkubasi dan gejala tersebut membaik selama 5-7 hari. Pada grup yang paling parah, gejala awal yang dijelaskan diatas diikuti dengan peningkatan sesak napas dan gagal napas cepat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dalam beberapa pasien lain, perjalanan tanpa gejala sama sekali terjadi dan pasien tidak menyadari adanya infeksi.
Tes Diagnostik
Tiga tes diagnotik yang umumnya tersedia dan tersedia secara komersial untuk area COVID-19 adalah sebagai berikut, yaitu COVID-19 PCR, tes antigen COVID dan serologi COVID-19. COVID-19 PCR mengekstrak sekresi pernapasan dan mengujinya untuk mengetahui keberadaan materi genetic virus SAR CoV-2. COVID antigen tes mengekstrak sekresi pernapasan dan mendeteksi bahagian-bahagian dari virus COVID. Ini sedikit kurang akurat dibandingkan tes PCR tetapi diuntungkan dari waktu yang lebih cepat untuk mendapatkan hasil dan lebih mudah dilakukan daripada tes PCR. Tes serologis COVID-19 ialah untuk mengetahui adanya antibody terhadap SARS CoV-2 dalam darah pasien. Hasil kedua tes harus diinterpretasikan dengan hati-hati oleh ahli medis yang berkualifikasi.
Pengobatan
Untuk sebahagian besar pasien COVID-19 tidak diperlukan pengobatan antivirus khusus kerana tidak memiliki gejala atau gejala ringan. Pasien yang datang dengan penyakit yang mengacam jiwa akan membutuhkan perawatan medis ahli. Pilihan terapi perawatan seperti remdesivir (anti-virus), steroid dan antibodi monoklonal telah digunakan dalam rangkaian yang sesuai dan sebahagian bessar disediakan untuk pasien yang paling parah.
Pencegahan
Langkah-langkah pengendalian infeksi dasar seperti menjaga jarak social dan memakai masker adalah metode yang efektif untuk mengatasi wabah dan pencegahan yang efektif untuk individu. Pelacakan kontak berusaha membatasi penyebaran sekunder dan telah terbukti berhasil di banyak pengaturan. Vaksin baru yang sangat efektif sekarang tersedia dan didorong di banyak negara tetapi menghadapi tantangan logistic yang sebstansial dalam administrasi global.